Pengertian Bisnis Properti – Study Kasus Waralaba

Apakah anda sudah memahami mengenai pengertian bisnis properti? Entah anda sudah mengerti atau tidak mengenai pengertiannya, maka di sini akan menjelaskan pengertian bisnis properti menurut study kasus bisnis waralaba. Kenapa mengulas waralaba dengan masalah properti? Karena sudah banyak orang sukses menjalankan bisnis properti masuk dalam bisnis waralaba.


Sebelumnya, sudah membahas mengenai pengertian properti yang sekedar untuk memberikan referensi untuk anda sebelum memahami bagaimana bisnis properti. Karena bisa jadi kalau belum memahami tentang properti akan kesulitan memahami bisnis properti yang akan dijelaskan di sini.

Bisnis properti, tentu berkaitan dengan tema bisnis dan properti. Bisnis seperti yang sudah sering kita dengar adalah jual-beli suatu produk atau jasa. Jual-beli produk bisnis bisa saja menyangkut berbagai hal yang ada dalam bisnis termasuk adalah produk non fisik seperti jasa. Namun jual-beli jasa, walau bisa termasuk produk bisnis, maka penempatannya terkesan terpisah dengan produk fisik seperti rumah, tanah, dll. Jual-beli jasa bisa saja masuk dalam hal jasa penyewaan properti seperti hotel atau ruko.

Nah, bila masuk pada bisnis properti, tentu akan mengacu pada pembahasan yang sudah dibahas di atas. Jadi, bisnis properti bisa saja murni jual-beli properti yang hak miliknya bisa pindah tangan. Namun bisa saja bisnis properti masuk dalam hal pengelolaan investasi properti seperti penyewaan tempat tinggal, penyewaan tempat kantor, penyewaan tempat penjualan, dan yang lainnya.

Bila menyangkut pengertian bisnis properti mengacu pada pembahasan waralaba, maka lebih tepat bila pembahasannya mengenai jual-beli tanpa pengalihan hak milik yaitu tempat penyewaan, seperti hotel, apartemen dan sebagainya. Biasanya, bisnis properti seperti ini masuk dalam jenis investasi jangka panjang yang tentunya untuk mendapat keuntungan berkelanjutan.

Sebagai contoh bisnis properti yang disertai bisnis waralaba adalah bisnis Mc Donalds. Apakah anda mengira bahwa pemilik Mc Donalds adalah penjual hamburger? Bila memang penjual hamburger, lalu kenapa properti Mc Donalds tersebar ke seluruh dunia? Bila memang target keuntungan pemilik Mc Donalds hanya pada penjualan hamburger, tentu sangat disayangkan. Dan faktanya, pemilik Mc Donalds meraup keuntungan dari penjualan properti juga. Artinya, si pembeli tidak sekedar membeli hak usaha waralaba Mc Donalds namun juga membeli properti Mc Donalds.

Model bisnis properti yang menggunakan sistem waralaba memang sudah banyak tersebar di Indonesia. Karena terbukti menguntungkan dua hal: penjualan waralaba dan properti. Daripada anda membangun properti yang digunakan hanya untuk tempat penyewaan atau dijual di satu tempat, masih mending disertai dengan sistem waralaba. Maka tempat penyewaan anda akan tersebar di berbagai tempat.

Misalnya anda membangun bisnis salon kecantikan. Salon kecantikan memang tempat penjualan jasa yang menangani kebutuhan kecantikan wanita. Daripada hanya sekedar membangun gedung salon kecantikan di satu tempat, anda membuat sistem waralaba untuk bisnis salon kecantikan anda. Tentu, anda mendaftarkan bisnis salon kecantikan ke lembaga terkait agar mendapat surat legalitas sebelum menjual hak usaha dengan sistem waralaba. Setelah beres, anda menjual hak usaha kepada orang lain untuk ditempatkan di berbagai tempat.

Nah, dari sini, apakah anda akan lepas tangan mengenai bangunan dan desain untuk salon kecantikan anda? Tentu tidak. Namun, apakah anda tidak dibayar dalam pembangunan salon kecantikan orang lain? Tentu tidak. Karena kalau pembangunan gedung salon tidak diatur oleh anda, bisa saja orang lain akan membangun gedung sembarangan yang akan memperburuk citra salon kecantikan milik anda.

Sampai di sini, apakah anda memahami pengertian bisnis properti dengan study kasus bisnis waralaba?

Dapatkan informasi artikel terbaru ke email anda. Jangan ketinggalan. Masukkan email aktif Anda di bawah:

0 Response to "Pengertian Bisnis Properti – Study Kasus Waralaba"